Demonstrasikan Ide Anda

Posted on Posted in Artikel Public Speaking

Tidak ada yang lebih nyata selain sesuatu yang bisa dilihat dan disentuh oleh pendengar Anda. Pengalaman adalah pengubah perasaan, karenanya Anda perlu menghadirkannya saat presentasi. Jadi, apabila dimungkinkan secara budaya perusahaan, berikan demonstrasi sebagai cara yang luar biasa untuk membuat sebuah ide mudah diingat dan karenanya melekat.

John Kotter, professor Harvard dalam bukunya “Heart of Change”, menampilkan kisah yang menggambarkan kekuatan sebuah demonstrasi.

Seorang petugas pengadaan senior, Jon Stegner, berusaha mengajukan inisiatif untuk pengurangan-biaya yang besar ke perusahaan multinasionalnya. Setiap perusahaan mempunyai penyalur sendiri dan harga yang telah dinegosiasikan sebagai masukan. Dan berdasar analisis Stegner, menunjukkan bahwa dia bisa menekan biaya sampai sebesar satu miliar dollar melalui pembelian terpusat. Akan tetapi, pimpinan unit bisnis tidak mau menerima idenya. Mereka tidak ingin menyerahkan kekuasaan dan pengawasan terhadap pengadaan. Lagipula, mereka tidak percaya bahwa penghematan yang diajukan Stegner bisa dilakukan.

sarung tangan

Agar usulannya diterima, Stegner meminta seorang mahasiswa magang untuk menyelidiki praktik pembelian terhadap satu barang yang dibeli oleh semua pabrik. Yakni, sarung tangan yang digunakan para pekerja pabrik. Laporan yang dibuat oleh mahasiswa tersebut sangat menngejutkan: pabrik membeli 424 jenis sarung-tangan yang berbeda, untuk pekerjaan yang sama dengan harga beragam mulai dari tiga sampai tujuh belas dolar sepasang.

Fakta itu sendiri adalah statistik yang meyakinkan, tapi Stegner ingin membuat masalah yang diajukannya meninggalkan kesan. Dalam kasus ini, satu yang patut kita camkan adalah: “Manusia merespon perubahan hanya ketika ia tergerak secara emosi, tidak hanya mengetahui dari aspek rasio.” Demi membenamkan kesan emosional itulah, Stegner meminta mahasiswa tersebut untuk mendapatkan contoh dari ke-424 sarung-tangan tersebut dengan mencantumkan harga, pabrik yang menggunakan, dan divisi dari pabrik tersebut. Setelah itu, dia mengadakan rapat dengan para pemimpin divisi.

Seperti yang diceritakan oleh Stegner. Saat mereka masuk ke ruang rapat, para pimpinan unit usaha mendapati diri mereka menahan napas, seraya menatap “sebuah meja besar dan mahal, yang biasanya bersih atau berisi beberapa lembar kertas kerja, kini penuh dengan tumpukan sarung-tangan. Masing-masing eksekutif menatap pameran ini selama beberapa waktu… Ini peristiwa yang jarang sekali terjadi, ketika orang-orang ini tidak mampu berkata-kata. Tapi hari itu, mereka hanya berdiri di sana, dengan mulut terbuka.”

Ada kemudian, beberapa orang yang tak percaya mengajukan pertanyaan, “Jadi, selama ini kita membeli sebanyak ini, SEMUA?” “Ya, memang itu fakta yang sulit dibantah. Nyatanya, demikian!” jawab Stegner. Lalu, mereka berjalan mengitari meja rapat dan menyaksikan sendiri harga yang tertera di masing-masing sarung-tangan. Seperti yang Stegner duga, mereka mencari tahu harga yang dibeli di unit usahanya, masing-masing. Mereka tak pelak membandingkan harga dua pasang sarung-tangan yang mirip, tapi yang satu berharga 3 dolar sedangkan yang lainnya 10 dolar.
Stegner mengubah koleksi ratusan sarung-tangannya itu menjadi pertunjukan (nyata!) untuk menjual inisiatif pengurangan-biayaya ke segenap perusahaan. Pada akhirnya, perusahaan itu berhasil menghemat ratusan juta dolar dari biaya pengadaan. Semua pihak bergembira, kecuali –tentu saja– para penyedia sarung-tangan yang sebelumnya mendapat banyak keuntungan dari harga yang berbeda-beda.

Hari itu, tidak hanya pihak eksekutif di tiap unit usaha yang merasakan “waduh, parah banget nih kondisinya!” Melainkan juga para para bawahannya. Tumpukan sarung-tangan itu sendiri, sudah menjadi demonstrasi yang diperbincangkan. Bahkan beberapa eksekutif menunjukkannya ke unit usahanya masing-masing. Makin banyak orang di perusahaan itu yang ikut menyaksikan sendiri demonstrasi tumpukan sarung-tangan. Dan karenanya, makin banyak pula pihak yang menyetujui proposal pengurangan-biaya yang Stegner ajukan.

Dalam penelitian terbaru, ketika manusia menerima pengalaman nyata yang bermakna –dalam cerita di atas diwakili oleh demonstrasi tumpukan sarung-tangan– maka seketika muncullah kerelaan diri untuk menyatakan, “Kita harus bertindak, sekarang!” Dan, tentu saja hal itu patut disetujui dan dilaksanakan. Ya benar, sekarang!

Bahkan sampai saat ini, orang-orang –seperti juga Anda– masih saja menceritakan presentasi “tumpukan sarung-tangan” itu.

Maka, bagaimana dengan presentasi Anda, berikutnya?

3 thoughts on “Demonstrasikan Ide Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *