Presentasi Penjualan

Posted on Posted in Artikel Public Speaking

Sentuhlah Dia

Sayup-sayup, Anda mendengarkan Ari Lasso bernyanyi. Mungkin Anda sudah akrab dengan lagu berikut.
“Sentuhlah Dia Tepat Di Hatinya
Dia Kan Jadi Milikmu Selamanya
Sentuh Dengan Setulus Cinta
Buat Hatinya Terbang Melayang…”

Jika Anda pernah dengarkan presentasi pemasaran, mudah didapati bahwa Anda akan dijejali informasi. Bisa fitur, keunggulan produk, dan lainnya. Di masyarakat, kita temukan pejabat kesehatan masyarakat yang melihat betapa remaja akan lebih sehat jika mereka tidak merokok atau makan sayur lebih banyak. Di Sidoarjo, akhir-akhir ini, polisi meramaikan kampanye “Save Our Student” agar pelajar tidak mengendarai motor untuk ke sekolah. Orang-orang mengira cukup dengan membeberkan fakta dengan jelas dan ringkas, info itu akan mengubah keadaan. Dikiranya, pendengar akan memperhatikan, menimbang informasi, dan bertindak yang sesuai.

Tapi, sering informasi saja tidak cukup. Remaja tidak MEMUTUSKAN BERHENTI MEROKOK karena merasa kesehatannya baik-baik saja. Informasi tambahan mungkin tidak akan membuat mereka mengubah perilaku.
Pendengar memerlukan lebih dari itu.

Di sinilah emosi mengambil peran. Daripada sibuk menghadirkan ciri atau fakta, kita perlu berfokus pada perasaan; emosi mendasar yang menggerakkan motivasi manusia untuk beraksi.

Mirip dengan lagu yang dinyanyikan oleh Ari Lasso, bukan?

Ok, lalu apa saran praktisnya?

Gunakan formula “Three Why”, sebagaimana yang ditulis Heath bersaudara dalam “Made to Stick”. Gunakan pertanyaan ini, untuk menemukan intisari yang emosional dalam suatu ide. Tulis mengapa menurut Anda orang mengerjakan sesuatu. Lalu tanyakan, “Mengapa itu penting?” sebanyak tiga kali. Tiap kali melakukannya, catat jawaban Anda. Maka, Anda dengan mudahnya melihat betapa Anda melangkah makin jauh ke pembedahan tidak hanya intisari suatu ide, tapi juga emosi di belakangnya.

Satu contoh yang berhasil, bisa Anda lihat dari kampanye buatan tim desain Google dalam video “Parisian Love”. Mungkin Anda berencana untuk menontonnya nanti. Tapi, sekarang ayo kita berlatih gunakan formula “Three Why” dalam contoh pencarian online.

Mengapa pencarian (searching) via online itu penting? Karena orang ingin temukan informasi dengan cepat.

Mengapa orang ingin melakukannya? Supaya mereka bisa dapatkan jawaban atas apa yang mereka cari.

Mengapa mereka inginkan jawaban itu? Supaya mereka bisa berhubungan dengan banyak orang lain, meraih sasaran, dan memenuhi mimpi mereka. Nah, di titik inilah, pencarian online itu mulai menjadi lebih emosional.

Oh iya, setelah mengetahui panduan sederhana “3 Why” ini, untuk melejitkan efektivitas pemasaran bisnis Anda jawab 3 pertanyaan berikut:

1) Apa hubungan emosional antara produk/jasa yg Anda sediakan dengan kebutuhan pembeli?

2) Bagaimana cara Anda untuk menciptakan keuntungan (manfaat) emosional antara produk/jasa Anda dengan pembeli/pelanggan?

3) Apa hal berbeda yang dapat Anda lakukan dalam kampanye pemasaran bisnis Anda?

Itu tadi tiga pertanyaan sederhana untuk latihan, mulai saat ini.

Selamat berlatih.

“… Sentuh Dengan Setulus Cinta
Buat Hatinya Terbang Melayang…”

(bacaan lebih lanjut, kunjungi: bit.ly/bicara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *