Tiga Jenis Cerita

Posted on Posted in Artikel Public Speaking

“Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu…” (QS. Yusuf: 3)

Sejak dahulu, cerita adalah teknologi dan sekaligus seni dalam persuasi. Betapa tidak! Saat seorang ujarkan cerita, otomatis kita menyimak. Pikiran dan perasaan kita pun terlibat. Bahkan, Steve Denning menyebutkan bahwa para pemimpin kaliber dunia, pasti bercerita dalam menggulirkan dan menjaga perubahan yang ia usung.

cerita-percakapan

Mudahnya, ada tiga jenis cerita. Pembagian ini, bisa dirujuk pada Heath bersaudara. Duet penulis itu, menyebutkan 3 C, untuk mengenali tipe alur cerita.

Pertama, Connection. Hubungan, interaksi (emosi) sesama manusia.
Contohnya, bisa kita temukan dalam kisah Romeo Juliet dan sejenisnya.

Kedua, Creativity. Kreatif, solusi terobosan.
Contohnya, bisa kita temukan dalam film McGyver dan semiripnya.

Ketiga, Challenge. Tantangan, ubah kemustahilan jadi kenyataan.
Contohnya, bisa kita temukan dalam biografi orang sukses (apa pun kriterianya), atau kisah Daud vs Jalut, dan sejenisnya.

Menariknya, dalam kisah hidup Nabi Yusuf as. bisa kita temukan alur 3C itu. Di luar fakta bahwa saya bukanlah ahli tafsir Quran dan saya berlindung dari memaknai Quran tanpa ilmu yang valid. Seraya bermohon kepada Allah dari mentafsiri Quran serampangan. Secara sederhana, saya telusuri adegan demi adegan kisah Nabi Yusuf as, dan ditemuilah poin 3C tadi. Wallahu a’lam bish showab.

Connection.
Kisah interaksi Nabi Yusuf dengan istri pembesar kerajaan, yang karena penolakannya itulah, beliau dimasukkan ke penjara.

Challenge.
Rentetan adegan fenomenal, menjulur dari sejak beliau akan dibuang ke sumur, berpindah pada episode di penjara hingga ke istana.

Creativity.
Cerita mengelola aset kerajaan dan memimpin rakyat.
Berupa ‘perintah berpuasa’ di masa-masa kemakmuran selama 7 tahun, untuk persiapan menghadapi masa paceklik di 7 tahun berikutnya. Bayangkan, mekanisme dan kebijakan seperti apa yang perlu Nabi Yusuf as ambil dan ciptakan, untuk melewati dengan gemilang dua periode 7 tahunan itu, yang kondisinya secara ekstrim berkebalikan.

Setelah membaca penjelasan di atas. Jenis cerita apakah yang akan Anda kisahkan?

Selamat bercerita.

 

3 thoughts on “Tiga Jenis Cerita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *