Trainer Mastery (Part 2)

Posted on Posted in Artikel Public Speaking

Assalamualaikum wr wb. Apa kabar, man-teman?

Sebelum masuk ke bahasan, hanya mengingatkan kembali. Terutama untuk saya. Berkenaan 5 langkah memfasilitasi pembelajaran orang dewasa.

Kita sudah lewati bahasan 3 langkah, dari 5 langkah.

Apa saja?

1. Set Up
2. Play
3. Share

Kali ini, kita pelajari bersama langkah berikutnya. Saya berharap, dapat kita tuntaskan bahasannya, 2 langkah sekaligus dengan BONUS berupa “Kiat Rahasia”.

Apa 2 langkah selanjutnya?
Anda masih ingat, yg keempat adalah “Identify” dan kelima “Apply”.

Trus, kok ada “Kiat Rahasia”, apa maksudnya? Ya, namanya juga rahasia, nanti bisa tahu dengan sendirinya. Mudah kok, ini bagian yg justru paling menarik saat menjadi fasilitator belajar. Persisnya sih, proses ajuan pertanyaan.

Waduh, udah kebukak nih rahasianya. Hehehe… Jangan keburu-buru pengen tahu.
Ada saatnya, Anda pelajari hal baru dengan sangat mudah.

Ok, langkah ke-4.

4. Identify

Peserta berupaya menemukan konsep.

Ini adalah tahap “Jadi, apa yg dapat kupelajari dari kegiatan ini?”.

Jika langkah keempat ini terlewatkan, maka pembelajaran pasti ada yg hilang. Seperti susunan 32 gigi, terjadi “bogang”. Seperti sisir, ada yg lubang. Janggal, ndak sempurna.

Ketika sampai di tahapan ini, peserta haruslah belajar secara aktif dari sebuah situasi yg spesifik, dan mereka mungkin belum mampu menggeneralisir pembelajarannya ke situasi yg mirip di luar kelas. Karenanya, trainer wajib mengarahkan peserta dalam menyusun konsep secara utuh. Trainer perlu memfasilitasi peserta untuk mengembangkan konsepnya -secara mandiri- dengan pertanyaan. Misalnya:

*) Apa yg Anda pelajari mengenai cara berdiskusi, misalnya dalam mengarahkan bawahan,
atau menjelaskan prosedur baru, berdasarkan kegiatan simulasi barusan?

*) Menurutmu, apa saja sih perilaku yg pantas (ndak pantas) untuk seorang supervisor baru?

Nah, saat konsep-konsep, ide, gagasan terlahir dari diskusi selama pembelajaran, ini artinya warga dewasa siap untuk menerapkan sebuah konsep untuk keperluan masa depan.

Dengan sengaja, ajukanlah pertanyaan kepada para peserta agar dapat memunculkan konsepnya. Itu lebih efektif, daripada Anda menjelaskan secara verbal suatu konsep yg harusnya peserta sendiri yg menemukannya.

Di tahapan ini, trainer berperan sebagai konsultan dan coach yg efektif. Ajukan pertanyaan yg tepat secara efektif, dengarkan dengan sungguh-sungguh. Di satu sisi, Anda perlu menahan diri untuk tidak serta merta memberikan saran dan-atau solusi (jawaban) atas pertanyaan/situasi yg ada.

Mas Rio, kalo jadi coach gitu khan pasti bertanya dong ya! Artinya, ia sudah punya stok pertanyaan. Hmm, adakah semacam daftar pertanyaan yg bisa kupakai?

Mungkin ada yg sempat berpikir seperti ini. Di salah satu kelas TFT, pernah sih hal ini terjadi.
Untuk saat ini, saya jawab dengan “Ada”.

Tapi, tidak sekarang kunci jawabannya diberikan. Karena daftar pertanyaannya ini, malah yg lebih mahal 🙂

Kita selesaikan lebih dulu, langkah kelima.

5. Apply

Peserta menerapkan konsep yg ia peroleh ke dalam situasinya.

Inilah langkah, “Trus, ngapain sekarang?” dalam siklus pembelajaran orang dewasa. Ajak para peserta untuk memikirkan bagaimana mereka dapat menggunakan dan menerapkan hal baru yg ia pelajari.

Ajukan pertanyaan, misalnya:

*) Bagaimana Anda gunakan keterampilan ini, pada kesempatan berikutnya, ketika ada bawahan yg minta bantuan?

*) Dalam situasi apa saja, atau kapan saja, yg membuat Anda jadi lebih efektif dengan gunakan keterampilan yg Anda pelajari barusan? Ceritakan!

Hati-hati!
Jika langkah ini terlewati, para peserta akan kehilangan hubungan (logis) dari kegiatan belajar yg ia jalani dengan pekerjaan (peran) kesehariannya.

Tahapan ini menekankan pada aplikasi praktis dan membantu peserta menemukan manfaat pribadi dari kegiatan belajar.

Di tahapan kelima ini, trainer juga berperan sebagai coach. Ia harus mampu mendorong peserta untuk menciptakan hal-hal praktis untuk ia terapkan sekeluarnya dari ruang pelatihan. Karenanya, menguasai ragam pertanyaan yg sesuai, mutlak bagi seorang trainer.

Sampai di sini, penjelasan yg dapat disampaikan. Kita sudah lewati bahasan 5 langkah memfasilitasi pembelajaran warga dewasa.

1. Set Up. Trainer membangun pondasi pelatihan dengan menjelaskan tiga hal: apa, kenapa, dan bagaimana.

2. Play. Peserta terlibat dalam aktivitas belajar.

3. Share. Peserta membagikan pemaknaan atas apa yg terjadi.

4. Identify. Peserta berupaya menemukan konsep.

5. Apply. Peserta menerapkan konsep yg ia peroleh ke dalam situasinya.

Selanjutnya, silakan jika ada yg ingin disampaikan, atau ditanyakan. Bisa lewat grup WA, atau boleh japri ke WA saya.

Semoga berguna, selamat berlatih 🙂

– Rio Purboyo | Pelatih yg menulis di blog: (bit.ly/bicara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *