Pengaturan Suara

Dalam komunikasi, suara berperan sebagai jembatan isi pesan dan maknanya dari satu pihak ke pihak lainnya.

olah suara
latihan pidato

Kita perlu mengelola suara dengan baik, sehingga memiliki daya tarik bagi pendengar. Suara yang baik ketika berbicara adalah suara yang ekspresif penuh makna. Pengelolaan suara akan menyebabkan pendengar tidak jenuh. Sebaliknya, suara yang monoton menyebabkan pendengar jenuh dan mudah mengantuk.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengaturan suara, yaitu: volume, tone, clarity, quality, speed and pause.

Volume

Suara akan terdengar dengan baik jika volumenya cukup. Artinya, suara kita dapat diterima dengan jelas oleh pendengar. Ketika berbicara, kita akan melihat reaksi pendengar. Jika pendengar terlihat bingung dan menunjukkan konsentrasi penuh untuk mencari-cari sumber suara, kemungkinan, volume suara kita kurang, sehingga pendengar tidak nyaman.

Continue reading Pengaturan Suara

Tiga Jenis Cerita

“Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu…” (QS. Yusuf: 3)

Sejak dahulu, cerita adalah teknologi dan sekaligus seni dalam persuasi. Betapa tidak! Saat seorang ujarkan cerita, otomatis kita menyimak. Pikiran dan perasaan kita pun terlibat. Bahkan, Steve Denning menyebutkan bahwa para pemimpin kaliber dunia, pasti bercerita dalam menggulirkan dan menjaga perubahan yang ia usung.

cerita-percakapan

Mudahnya, ada tiga jenis cerita. Pembagian ini, bisa dirujuk pada Heath bersaudara. Duet penulis itu, menyebutkan 3 C, untuk mengenali tipe alur cerita.

Pertama, Connection. Hubungan, interaksi (emosi) sesama manusia.
Contohnya, bisa kita temukan dalam kisah Romeo Juliet dan sejenisnya.

Kedua, Creativity. Kreatif, solusi terobosan.
Contohnya, bisa kita temukan dalam film McGyver dan semiripnya.

Continue reading Tiga Jenis Cerita

Manfaat Bercerita

Pagi itu, seorang pria pemilik bisnis terlihat berjalan-jalan. Ia temukan sebuah lokasi konstruksi dengan tiga pria yang sedang bekerja. Karena ingin tahu, ia mendekati salah satu dari mereka dan bertanya apa yang sedang dilakukan. Jelas merasa jengkel karena diganggu, dia membentak, “Apa sampean tidak bisa lihat? Saya sedang menyusun bata!”

Merasa diusir, si pemilik bisnis bertanya kepada pria berikutnya apa yang sedang dia lakukan. Dia menjawab berdasarkan fakta, “Saya membangun tembok batu bata setinggi 9 meter, lebar 30 meter, dan tebal setengah meter.” Lalu, mengalihkan perhatiannya kepada pria pertama, pria kedua itu berkata, “Hei, sampean barusan melewati ujung tembok. Sampean perlu ambil lagi batu bata yang terakhir.”

Masih tidak puas, si pemilik bisnis bertanya kepada pria ketiga mengenai apa yang ia lakukan. Meskipun tidak terlihat melakukan hal yang sama dengan kedua pria yang sebelumnya, ia menoleh dengan ramah dan berkata, “Oh, saya kasih tahu sampean! Saya sedang membangun sekolah terbaik di negeri ini! Si pemilik bisnis bisa melihat bahwa pria itu ingin bercerita lebih. Tapi sebelum dia sempat, dia terganggu perhatiannya oleh pertengkaran keras di antara kedua pria pertama tentang satu batu bata yang berlebih. Menoleh kepada keduanya, dia berkata, “Oi, cak, sampean g usah khawatir! Itu akan jadi sudut dalam. Semuanya akan dilapis berulang dan tidak seorangpun akan melihat batu bata lebih ini. Lanjut saja ke bagian berikutnya!”

Tentu, ketika Anda mengerti keseluruhan tujuan organisasi Anda dan bagaimana pekerjaan Anda berkontribusi di dalamnya, Anda menikmati dua manfaat sekaligus. Pertama, itu membantu Anda melakukan pekerjaan dengan lebih baik. Dan yang terpenting, kedua, Anda juga dapat membantu teman Anda melakukan pekerjaan mereka lebih baik. Lebih jauh, Anda pun mudah menikmati apa yang sedang Anda kerjakan.

Anda tahu, kisah di atas bisa diceritakan dalam berbagai versi.

ilmu-seni-bercerita-kisah

 

Continue reading Manfaat Bercerita

Mengubah Penolakan Pendengar Menjadi Persetujuan

Suatu waktu muncul pertanyaan, “Bagaimana membuat teman bicara mengatakan “YA”, untuk permintaan kita?”

Selain menggunakan persuasi, ada satu prinsip dasar yang dapat kita gunakan. Yakni, mengubah penolakan kecil menjadi persetujuan dengan mengutamakan kesamaan kepentingan yang dimiliki. Apakah persoalan, kebutuhan, ketakutan, hasrat, dan tujuan yang mereka hadapi; bisa dibantu oleh ide dan presentasi Anda?

Ketika kita menyusun ide presentasi untuk menjawab hal-hal itu, dipastikan ini akan menarik perhatian dan persetujuan teman bicara.

Tengoklah sejarah, ketika Steve Jobs berusaha membujuk Steve Wozniak untuk bergabung dengannya dan memulai “perusahaan” yang kemudian menjadi Apple Computer. Jobs memperlihatkan kemampuan membujuknya dengan mengalihkan diskusi dari masalah yang tidak mereka sepakai kepada kepentingan yang mereka miliki bersama. Ide Jobs adalah membuat papan sirkuit cetakan yang dapat digunakan oleh para penggemar hobi sebagai dasar untuk membuat PC sendiri. Dia bermaksud membuat papan dengan nilai dua puluh dolar dan menjualnya seharga empat puluh dollar. Jika dia dan Wozniak masing-masing menanamkan seribu dollar, menurut Jobs, mereka bisa membuat seratus papan sirkuit dan meraih keuntungan dua kali dari modal mereka.

Menarik bukan, tawarannya? Tapi, apa yang terjadi selanjutnya.

Continue reading Mengubah Penolakan Pendengar Menjadi Persetujuan

Pemahaman Mendasar

Anda sudah membaca hingga sejauh ini. Panduan berikut ini berlaku umum, untuk apa pun bidang keahlian yang Anda pelajari. Pikirkan untuk keperluan Anda menjadi seorang pembicara publik yang lebih mahir.

Anda benar-benar mengetahui hal-hal mendasar?

presentasi-orang-sibuk

Pertimbangkan satu topik yang Anda pikir Anda tahu atau satu topik yang Anda coba kuasai. Buka dokumen kosong di komputer Anda, atau ambil kertas kosong. Tanpa merujuk sumber-sumber luar, tulis kerangka rinci dari dasar-dasar topik itu. Bisakah Anda menulis deskripsi yang logis, akurat, dan lengkap (utuh) mengenai dasar-dasar topik, atau apakah pengetahuan Anda berlubang-lubang? Apakah Anda kesulitan untuk memikirkan contoh inti? Apakah Anda gagal melihat keseluruhan gambaran besar yang menyatukan potongan-potongan? Sekarang bandingkan upaya Anda dengan sumber di luar (bacaan rujukan, internet, para ahli, atasan Anda). Ketika Anda menemukan kelemahan pada pemahaman Anda mengenai hal mendasar, ambillah tindakan. Pelajari hal-hal mendasar secara tertib. Pahami benar setiap lubang yang Anda isi dan juga wilayah sekitarnya. Jadikan wawasan baru itu sebagai bagian pengetahuan dasar Anda dan hubungkan dengan bagian-bagian yang sudah Anda pahami.

Ulangi latihan ini secara teratur sementara Anda mempelajari aspek lebih maju pada subjek tersebut (dan simpan upaya Anda sebelumnya sehingga Anda bisa melihat ke belakang dan melihat sejauh mana Anda telah maju). Setiap kali kembali ke dasar, Anda akan memperdalam pemahaman Anda tentang seluruh permasalahan.

Selamat berlatih!

(sumber)

Saat Presentasi Anda Ditolak

Setelah memahami kekuatan struktur presentasi “Mas Jantung”. Anda perlu bersiap jika suatu waktu mengalami penolakan. Bahkan presentasi terbaik pun, berpeluang untuk tidak diterima.

John Collins menulis dalam bukunya, Good to Great, bahwa salah satu praktik terbaik yang dilakukan perusahaan terbaik adalah kesediaan mereka untuk mengumpulkan data, menganalisisnya, dan “menghadapi fakta yang kejam”. Kedengarannya sederhana. Tapi, berdasarkan fakta dan pengalaman selama ini, lebih banyak pihak yang enggan membicarakan bagian yang terakhir itu. Karena -penolakan- itu adalah “kebenaran yang tidak menyenangkan”.

Maka, ketika menggunakan struktur “Mas Jantung”, kita harus selalu sadar bahwa pendapat pendengar jauh lebih penting daripada sekedar pendapat kita sendiri. Hal yang mendasarinya adalah aspek kredibilitas. Akan ada saatnya, kita membahas aspek kredibilitas secara lebih mendalam. Tapi untuk saat ini, jawaban dari pertanyaan berikut patut Anda temukan.

“Bagaimana pendengar memandang Anda?”

“Apakah Anda memiliki kredibilitas?”

Jika Anda berhasil melewati tantangan kredibilitas, dengan kata lain Anda layak dipercaya dan disukai sebagai seorang pembicara; maka pendengar akan duduk dengan nyaman dan menyimak Anda dengan seksama.

kredibilitas-pembicara

Continue reading Saat Presentasi Anda Ditolak

Pidato Persuasif

Adalah pidato yang menghendaki reaksi penyimak (audiens) untuk melakukan atau meninggalkan perilaku, sikap, atau keyakinan tertentu; sesuai dengan harapan pembicara.

Tiga tujuan utama pidato persuasif adalah:

a. Membentuk tanggapan. Publik diharapkan memberikan tanggapan atas suatu topic yang diketahui atau yang baru saja diketahuinya.

b. Memperkuat tanggapan. Publik diharapkan memelihara, menjaga, memperkuat, dan meningkatkan perilaku yang sedang berjalan.

c. Menggugah tanggapan. Publik diharapkan mengubah tanggapannya atas perilaku yang ada.

 

Secara mendasar, pidato persuasif memiliki prinsip untuk memenuhi empat tujuan yang ingin diraih, yakni:

a. Mempengaruhi untuk Konsistensi

Perubahan perilaku lebih mungkin terjadi ketika perubahan yang disarankan sejalan dengan keyakinan, agama, dan nilai yang dianut publik. Banyak orang yang bersedia mengubah sikap hidupnya, karena adanya nilai yang diyakini. Contoh: bahaya merokok. Selain dokter memberikan informasi bahwa dalam rokok terdapat banyak racun yang membahayakan manusia. Efek terkuat terjadinya perubahan, adalah ketika banyak orang memilih alasan nilai dan keyakinan yang menyatakan bahwa merokok termasuk sikap mubazir, menyia-nyiakan karunia kesehatan, merusak diri sendiri.

 

b. Mempengaruhi untuk Perubahan (Pendekatan) Bertahap

Sudah menjadi kewajaran, bahwa segala perubahan terjadi secara berproses dalam kurun waktu tertentu. Proses berlangsung secara bertahap, dari hal sederhana dan kecil menuju ke hal-hal yang lebih rumit dan besar. Karenanya, pembicara yang andal, menyadari hal ini secara utuh dan berani menentukan target persuasi secara bertahap. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan selalu ada kesempatan untuk melakukan perubahan revolusioner -terutama ketika Anda memahami prinsip dan kiat praktisnya.

 

c. Mempengaruhi untuk Keuntungan

Setiap orang pasti tertarik dengan hal-hal yang menguntungkan baginya. Secara umum, keuntungan dapat dikelompokkan menjadi keuntungan jangka pendek – jangka panjang, keuntungan dunia – akhirat, keuntungan saat ini – masa datang. Nah, orang-orang awam biasanya mudah tertarik pada keuntungan dunia, jangka pendek, saat ini, dan di sini. Sementara bagi pribadi yang berilmu dan bijak, ia lebih tertarik pada keuntungan yang lebih dari itu. Gunakan prinsip ini, sebaik-baiknya!

persuasi-pidato-riopurboyo

d. Mempengaruhi untuk Pemenuhan Kebutuhan

Publik lebih mudah yakin untuk berubah, ketika ia melihat-dan-merasakan perubahan sebagai kebutuhan. Karenanya, untuk menjadi pembicara yang andal, Anda mutlak memasukkan analisa kebutuhan pendengar dalam fase perencanaan sebelum tampil. Dan kemudian, merancang pendekatan persuasi yang tepat bagi konteks audien yang dihadapi.

Selamat berlatih!

Pidato

Pidato atau ceramah adalah keterampilan menyampaikan pesan di depan umum secara verbal dengan tujuan tertentu. Jumlah pendengar tidak dibatasi, bisa sedikit, bisa banyak. Berdasarkan tujuan pidato, dikenal beberapa nama: khutbah, kampanye, sambutan, dan sebagainya.

Serial tulisan kali ini berfokus pada empat jenis pidato, berdasarkan sifatnya. Yaitu:

1. Pidato Informatif.

2. Pidato Argumentatif.

3. Pidato Rekreatif.

4. Pidato Persuasif.

pidato-ceramah-soekarno

Continue reading Pidato

Struktur Presentasi yang Efektif

Saya percaya, setiap keberhasilan meninggalkan jejak. Dari jejak yang ada, kita bisa menentukan struktur, atau pola, atau skema. Termasuk dalam presentasi. Nah, berdasarkan pengalaman melatih dan menyajikan presentasi, selain menggunakan struktur presentasi “Formula Tiga”: Pembukaan – Isi – Penutupan. Saya menawarkan istilah “Mas Jantung” sebagai skema presentasi.

Sebelum Anda mulai menggunakan struktur presentasi “Mas Jantung” ini, ke dalam presentasi berikutnya. Ada baiknya, Anda mengenali tahapan presentasi yang dimaksudkan.

MaS Jantung, terdiri dari:

  • Ma-salah
  • S-ebab dan Ja-waban
  • Ke-unTUNG-an

Yakni.

Masalah: Pernyataan singkat yang menjelaskan sebuah masalah yang dapat dipecahkan oleh ide Anda, atau kebutuhan/peluang yang dapat dipenuhinya.

Sebab dan Jawaban: Penjelasan mengenai penyebab dari masalah atau kebutuhan itu. Dan, solusi –atau jawaban – Anda bagi situasi tersebut. Serta,

Keuntungan: Ringkasan mengapa jawaban Anda adalah yang terbaik, setelah mempertimbangkan pilihan-pilihan lain.

Lebih lanjut, kita bisa belajar dari praktik presentasi di dunia korporasi. Dalam buku “Perfect Pitch”, John Steel, seorang eksekutif periklanan, bercerita tentang pertemuan lima menitnya dengan CEO Apple –Steve Jobs pada 1997. Wakil presiden komunikasi Apple mengundang Steel dan seorang rekannya ke Apple untuk bertemu dengan Jobs, serta mengajukan perusahaan mereka untuk menangani masalah periklanan Apple. Mereka membawa presentasi lengkap guna melakukan penjualan kepada Jobs agar menggunakan jasa mereka.

Continue reading Struktur Presentasi yang Efektif

Demonstrasikan Ide Anda

Tidak ada yang lebih nyata selain sesuatu yang bisa dilihat dan disentuh oleh pendengar Anda. Pengalaman adalah pengubah perasaan, karenanya Anda perlu menghadirkannya saat presentasi. Jadi, apabila dimungkinkan secara budaya perusahaan, berikan demonstrasi sebagai cara yang luar biasa untuk membuat sebuah ide mudah diingat dan karenanya melekat.

John Kotter, professor Harvard dalam bukunya “Heart of Change”, menampilkan kisah yang menggambarkan kekuatan sebuah demonstrasi.

Seorang petugas pengadaan senior, Jon Stegner, berusaha mengajukan inisiatif untuk pengurangan-biaya yang besar ke perusahaan multinasionalnya. Setiap perusahaan mempunyai penyalur sendiri dan harga yang telah dinegosiasikan sebagai masukan. Dan berdasar analisis Stegner, menunjukkan bahwa dia bisa menekan biaya sampai sebesar satu miliar dollar melalui pembelian terpusat. Akan tetapi, pimpinan unit bisnis tidak mau menerima idenya. Mereka tidak ingin menyerahkan kekuasaan dan pengawasan terhadap pengadaan. Lagipula, mereka tidak percaya bahwa penghematan yang diajukan Stegner bisa dilakukan.

sarung tangan

Continue reading Demonstrasikan Ide Anda