Struktur Presentasi yang Efektif

Saya percaya, setiap keberhasilan meninggalkan jejak. Dari jejak yang ada, kita bisa menentukan struktur, atau pola, atau skema. Termasuk dalam presentasi. Nah, berdasarkan pengalaman melatih dan menyajikan presentasi, selain menggunakan struktur presentasi “Formula Tiga”: Pembukaan – Isi – Penutupan. Saya menawarkan istilah “Mas Jantung” sebagai skema presentasi.

Sebelum Anda mulai menggunakan struktur presentasi “Mas Jantung” ini, ke dalam presentasi berikutnya. Ada baiknya, Anda mengenali tahapan presentasi yang dimaksudkan.

MaS Jantung, terdiri dari:

  • Ma-salah
  • S-ebab dan Ja-waban
  • Ke-unTUNG-an

Yakni.

Masalah: Pernyataan singkat yang menjelaskan sebuah masalah yang dapat dipecahkan oleh ide Anda, atau kebutuhan/peluang yang dapat dipenuhinya.

Sebab dan Jawaban: Penjelasan mengenai penyebab dari masalah atau kebutuhan itu. Dan, solusi –atau jawaban – Anda bagi situasi tersebut. Serta,

Keuntungan: Ringkasan mengapa jawaban Anda adalah yang terbaik, setelah mempertimbangkan pilihan-pilihan lain.

Lebih lanjut, kita bisa belajar dari praktik presentasi di dunia korporasi. Dalam buku “Perfect Pitch”, John Steel, seorang eksekutif periklanan, bercerita tentang pertemuan lima menitnya dengan CEO Apple –Steve Jobs pada 1997. Wakil presiden komunikasi Apple mengundang Steel dan seorang rekannya ke Apple untuk bertemu dengan Jobs, serta mengajukan perusahaan mereka untuk menangani masalah periklanan Apple. Mereka membawa presentasi lengkap guna melakukan penjualan kepada Jobs agar menggunakan jasa mereka.

Jobs membiarkan Steel dan rekannya menunggu di ruang rapat selama hampir dua jam, sebelum akhirnya dia muncul dengan mengenakan pakaian yang menjadi ciri khasnya. Celana jins dan sweater polo warna hitam. Steel dan rekannya sudah siap melakukan penjualan, tapi sebelum mereka bangkit dari kursi mereka, Jobs berjalan ke depan dan mengambil sebuah pena.

“Baiklah,” ujar Jobs. “Perusahaan ini sedang benar-benar dalam masalah. Tapi, saya percaya bahwa jika kami melakukan beberapa hal dengan sangat baik, kami dapat menyelamatkan dan mengembangkannya. Saya mengundang Anda hari ini karena saya membutuhkan bantuan Anda.”

Dengan menggoreskan pena-nya di papan tulis, Jobs menggambar empat belas kotak mewakili empat belas proyek yang sedang berjalan. Semuanya memiliki nilai investasi ratusan juta dollar. Lalu, satu per satu, dia mencoret semua kotak itu kecuali dua. “Saya mempertaruhkan masa depan perusahaan ini kepada keduanya,” dia melanjutkan, sambil menunjuk kotak-kotak bertuliskan “G4” dan “iMac”.

“Nah, apa yang saya inginkan dari Anda?” sambung dia.

Yang dia inginkan, jelas Jobs, adalah rencana yang efektif untuk mengomunikasikan ucapan “terima kasih” yang besar kepada konsumen utama Apple. Mereka yang tetap setia dengan perusahaan itu selama masa-masa yang sulit, ketika seolah-olah Apple telah kehilangan arah dan mungkin malah akan bangkrut. Dia ingin terhubung kembali dengan konsumen-konsumen ini dan mempersiapkan peluncuran dua “proyek pertaruhan perusahaan” yang merupakan perwujudan dari apa yang terdapat di antara Apple dan ruang kosong. Berdasarkan semua itu, Steel dan rekannya diminta untuk segera menyampaikan proposal mereka, lalu dipersilakan keluar.

Steel meninggalkan pertemuan –singkat– tersebut dengan dua pemikiran. Pertama, Jobs adalah orang (maaf) brengsek, kurang ajar. Dia membuat mereka menunggu selama dua jam, tidak pernah meminta maaf, dan tidak pernah membiarkan mereka bicara. Kedua, selain kesombongannya itu, Jobs adalah seorang penjual ide yang brilian dan efisien.

Bisakah Anda melihat struktur dalam presentasi lima-menit Steve Jobs itu?

struktur-presentasi-steve-jobs

Masalah. Apple sedang mengalami masalah keuangan yang berat.

Sebab. Empat belas proyek bernilai jutaan dolar telah menguras keuangan perusahaan.

Jawaban. Jobs mempertaruhkan nasib perusahaan pada G4 dan iMac, serta membutuhkan bantuan periklanan untuk menghubungkan perusahaan dengan konsumen mereka guna memperoleh landasan bagi peluncuran kedua produk tersebut.

Keuntungan. Strategi dua-produk unggulan yang menjadi fokus Jobs adalah yang terbaik dari banyak alternatif lain yang telah dipertimbangkan oleh tim pimpinan Apple sebagai cara untuk menyelamatkan perusahaan.

Presentasi yang Jobs sajikan, juga menggambarkan beberapa “praktik terbaik” (best practices) untuk kita ingat, saat melakukan presentasi penjualan yang berdampak.

Pertama. Mulailah dengan argumentasi dan bukti terbaik Anda, daripada menyembunyikan hal itu sebagai kejutan di bagian akhir.

Jobs berbicara langsung pada ide-ide utamanya dan memastikan pendengar memahami penjelasannya. Perhatian dari pendengar adalah sesuatu yang harus Anda upayakan. Bila Anda tidak bisa segera membuat orang terkesan pada masalah Anda yang mendesak dan penting, belum tentu Anda bisa mendapatkan kesempatan kedua.

Penelitian terhadap sesuatu yang disebut “Efek Keunggulan” memperlihatkan bahwa orang, setelah menerima daftar yang harus diingat, cenderung mengingat beberapa hal awal jauh lebih baik dibandingkan hal-hal yang berada di bagian tengah atau di akhir. Sebaliknya, ketika Anda menjual ide Anda dalam jangka waktu yang lama, orang berpegang pada “Efek Kekinian” dan mengingat dengan lebih baik ide-ide utama yang Anda sajikan menjelang akhir proses persuasi.

Untuk mendapatkan manfaat dari kedua efek itu, susunlah ide-ide utama Anda di bagian awal, lalu ringkaslah lagi secara singkat di bagian akhir.

 

Kedua. Buatlah kesimpulan yang jelas.

Jangan menyembunyikan hal yang penting. Jobs merangkum situasi perusahaannya dalam enam kata pertama: “Perusahaan ini sedang benar-benar dalam masalah.” Pastikan, Anda tidak membiarkan kesimpulan mengambang terlalu lama. Tunjukkan pada pendengar Anda posisi Anda berdiri.

 

Akhirnya, ketiga, buatlah sederhana.

Bahkan orang-orang pandai pun lebih menyukai ide yang ditampilkan dalam bentuk yang jelas, ringkas, dan praktis. Cara ini membuat kasus yang Anda ajukan lebih mudah diingat, dikelompokkan, dan dimasukkan dalam pola peta ingatan dan pengalaman mereka. Kurangi pernyataan Anda tentang persoalan tersebut. Rangkumlah data Anda ke dalam seratus akta daripada seribu kata. Ungkapkan rekomendasi Anda dalam satu atau dua kalimat. Tapi, jangan lupa untuk membawa semua data yang penting. Anda pasti ingin dapat mempertahankan kasus Anda jika diperlukan.

Sebagai informasi. Tahun 1997, dikenal sebagai momentum di mana Apple mengalami perbaikan signifikan. Keberhasilan iklan yang diproduksi dengan judul “Think Different” sungguh luar biasa. Dan Anda tahu, kenapa iklan itu berhasil? Ya benar. Selain proses kreatif di belakang pembuatannya, banyak pihak meyakini adalah karena kejernihan (struktur) presentasi Steve Jobs saat menjelaskan keinginan kampanye penjualan yang diharapkan.

 

apple-Think-Different-poster

Poster di atas, adalah satu dari bentuk kampanye Apple “Think Different”.  Dalam versi iklan satu menit di televisi, iklan menampilkan footage hitam-putih dari tokoh-tokoh bersejarah abad 20: Albert Einstein, Bob Dylan, Martin Luther King, Jr., Richard Branson, John Lennon (bersama Yoko Ono), Buckminster Fuller, Thomas Edison, Muhammad Ali, Ted Turner, Maria Callas, Mahatma Gandhi, Amelia Earhart, Alfred Hitchcock, Martha Graham, Jim Henson (bersama boneka kodok Kermit), Frank Lloyd Wright, dan Pablo Picasso.

Narasi dari naskah iklan yang inspiratif itu dibawakan oleh Richard Dreyfuss: “Here’s to the crazy ones. The misfits. The rebels. The troublemakers. The round pegs in the square holes. The ones who see things differently. They’re not fond of rules. And they have no respect for the status quo. You can quote them, disagree with them, glorify or vilify them. About the only thing you can’t do is ignore them. Because they change things. They push the human race forward. And while some may see them as the crazy ones, we see genius. Because the people who are crazy enough to think they can change the world, are the ones who do.”

Artinya (kurang lebih): “Inilah mereka yang gila. Ganjil. Para pemberontak. Para pengacau. Putaran pasak dalam lubang persegi. Orang-orang yang melihat sesuatu secara berbeda. Mereka tidak menyukai aturan. Dan mereka tidak menghormati kemapanan. Anda dapat mengutip mereka, tidak setuju dengan mereka, memuliakan, atau bahkan memfitnah mereka. Namun hal satu-satunya yang tidak dapat Anda lakukan adalah mengabaikan mereka. Karena mereka mengubah keadaan. Mereka mendorong umat manusia maju ke depan. Dan sementara sebagian orang mungkin melihat mereka sebagai orang-orang gila, kita melihat sebagai para jenius. Karena orang-orang yang cukup gila untuk berpikir bahwa mereka dapat mengubah dunia, adalah orang-orang yang melakukannya.”

Versi iklan Apple “Think Different” dengan durasi satu menit di televisi menampilkan footage hitam-putih dari tokoh-tokoh bersejarah abad 20: Albert Einstein, Bob Dylan, Martin Luther King, Jr., Richard Branson, John Lennon (bersama Yoko Ono), Buckminster Fuller, Thomas Edison, Muhammad Ali, Ted Turner, Maria Callas, Mahatma Gandhi, Amelia Earhart, Alfred Hitchcock, Martha Graham, Jim Henson (bersama boneka kodok Kermit), Frank Lloyd Wright, dan Pablo Picasso. – See more at: http://www.bukalebar.com/2012/12/inspirasi-dari-iklan-apple-think.html#sthash.JuGSMqwG.dpuf
Versi iklan Apple “Think Different” dengan durasi satu menit di televisi menampilkan footage hitam-putih dari tokoh-tokoh bersejarah abad 20: Albert Einstein, Bob Dylan, Martin Luther King, Jr., Richard Branson, John Lennon (bersama Yoko Ono), Buckminster Fuller, Thomas Edison, Muhammad Ali, Ted Turner, Maria Callas, Mahatma Gandhi, Amelia Earhart, Alfred Hitchcock, Martha Graham, Jim Henson (bersama boneka kodok Kermit), Frank Lloyd Wright, dan Pablo Picasso. – See more at: http://www.bukalebar.com/2012/12/inspirasi-dari-iklan-apple-think.html#sthash.JuGSMqwG.dpuf

 

Setelah memahami struktur presentasi bernama “Mas Jantung” seperti yang Anda baca di atas. Saya penasaran, akan seperti apa hasil yang bisa Anda dapatkan setelah mempraktikkannya.

2 thoughts on “Struktur Presentasi yang Efektif”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *