Kekuatan Ide Konkret

Ketika membagikan strategi elegan melekatkan gagasan ke sesama, merujuk pada buku “Made to Stick”, saya tersadar mengenai pola dan proses melekatnya gagasan di hati dan pikiran manusia. Di bawah ini, kita bisa temukan lebih jauh jawaban dari rasa penasaran saya: “Mengapa suatu ide dapat mudah diingat sementara ide lainnya cepat dilupakan?”

Jangan terburu-buru untuk ingin tahu. Simpan sebentar rasa penasaran Anda dan biarkan membesar seiring membaca tulisan ini. Anda akan temukan jawabannya, sebentar lagi.

Ide yang Konkret

Apa yang membuat sesuatu menjadi ’konkret’? Jika Anda dapat meneliti sesuatu dengan indra Anda, berarti itu konkret. Bahasa yang konkret membantu orang, terutama yang belum berpengalaman, untuk memahami konsep-konsep baru. Saran buat trainer, guru, dan pembicara, jika Anda mulai mengajarkan sebuah gagasan di sebuah ruangan yang dipenuhi orang, dan Anda tidak yakin apa yang mereka ketahui, bahasa yang konkret adalah satu-satunya bahasa yang aman.

tembok beton-concrete

Gagasan konkret lebih mudah diingat. Eksperimen tentang ingatan manusia telah membuktikan bahwa kita lebih baik dalam mengingat kata benda konkret dan mudah dibayangkan.

Latihan di bawah ini membantu Anda menguji gagasan ini. Sekelompok kalimat berikut akan meminta Anda mengingat berbagai gagasan. Gunakan 5 sampai 10 detik untuk memikirkan masing-masing, jangan cepat-cepat berpindah dari gagasan itu. Anda akan melihat bahwa mengingat kembali hal-hal yang berbeda itu terasa beda.

  1. Ingatlah ibukota Irian Jaya
  2. Ingatlah kelima warna balon dalam lagu ”Balonku Ada Lima”
  3. Ingatlah rumah saat Anda menghabiskan sebagian besar masa kecil Anda
  4. Ingatlah definisi ’patriotisme’
  5. Ingatlah definisi ’nasi pecel’

Dari kesemua latihan itu, setiap perintah untuk mengingat di atas menggunakan kegiatan mental yang berbeda. Saat mengingat ibukota Irian Jaya, ini adalah latihan yang abstrak. Kecuali jika Anda pernah singgah atau tinggal di Papua. Yang berlawanan, ketika Anda berpikir tentang 5 warna balon dalam ’Balonku Ada Lima’. Anda mungkin mendengar seseorang menyanyikannya, kata per kata, hingga mudah bagi Anda mengingatnya sambil mendendangkan lagu itu. Ingatan tentang rumah di masa kecil Anda dapat membangkitkan sejumlah besar ingatan, berbasiskan indrawi. Bau, penglihatan, suara. Anda bahkan mungkin merasakan diri Anda sendiri berlari, keluar masuk rumah Anda, atau mengingat di mana orang tua Anda biasa duduk.

Definisi ’patriotisme’ mungkin sedikit lebih sulit untuk dimunculkan. Anda tentu saja memiliki pengertian tentang apa makna ’patriotisme’, tetapi tidak memiliki definisi yang sudah dirumuskan dan mudah diingat seperti Anda mengeluarkan ingatan tentang ’nasi pecel’. Saat ingat ’nasi pecel’, dengan segera membangkitkan ingatan rasa-bumbu adonan kacang goreng dicampur dengan bawang putih yang berwarna coklat, ditemani nasi putih empuk, ditaburkan di atas sayuran yang hijau-ranum-dan tentunya masih segar- semisal kacang pendek, bayam, kembang turi, kecambah, dibarengi lauk-pauk sesuai selera Anda. Dan yang paling khas adalah rempeyek-nya. Saat saya praktikkan hal ini dalam pelatihan, bahkan ada di antara peserta pelatihan yang langsung teringat kursi dan meja di mana terakhir kalinya ia menyantap nasi pecel di warung langganannya. Luar biasa!

Gagasan yang melekat secara alamiah adalah yang penuh dengan kata konkret dan -seringkali- gambar.

Ide yg melekat - seperti velcro
Ide yg melekat – seperti velcro

 

Continue reading Kekuatan Ide Konkret