Pidato Persuasif

Adalah pidato yang menghendaki reaksi penyimak (audiens) untuk melakukan atau meninggalkan perilaku, sikap, atau keyakinan tertentu; sesuai dengan harapan pembicara.

Tiga tujuan utama pidato persuasif adalah:

a. Membentuk tanggapan. Publik diharapkan memberikan tanggapan atas suatu topic yang diketahui atau yang baru saja diketahuinya.

b. Memperkuat tanggapan. Publik diharapkan memelihara, menjaga, memperkuat, dan meningkatkan perilaku yang sedang berjalan.

c. Menggugah tanggapan. Publik diharapkan mengubah tanggapannya atas perilaku yang ada.

 

Secara mendasar, pidato persuasif memiliki prinsip untuk memenuhi empat tujuan yang ingin diraih, yakni:

a. Mempengaruhi untuk Konsistensi

Perubahan perilaku lebih mungkin terjadi ketika perubahan yang disarankan sejalan dengan keyakinan, agama, dan nilai yang dianut publik. Banyak orang yang bersedia mengubah sikap hidupnya, karena adanya nilai yang diyakini. Contoh: bahaya merokok. Selain dokter memberikan informasi bahwa dalam rokok terdapat banyak racun yang membahayakan manusia. Efek terkuat terjadinya perubahan, adalah ketika banyak orang memilih alasan nilai dan keyakinan yang menyatakan bahwa merokok termasuk sikap mubazir, menyia-nyiakan karunia kesehatan, merusak diri sendiri.

 

b. Mempengaruhi untuk Perubahan (Pendekatan) Bertahap

Sudah menjadi kewajaran, bahwa segala perubahan terjadi secara berproses dalam kurun waktu tertentu. Proses berlangsung secara bertahap, dari hal sederhana dan kecil menuju ke hal-hal yang lebih rumit dan besar. Karenanya, pembicara yang andal, menyadari hal ini secara utuh dan berani menentukan target persuasi secara bertahap. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan selalu ada kesempatan untuk melakukan perubahan revolusioner -terutama ketika Anda memahami prinsip dan kiat praktisnya.

 

c. Mempengaruhi untuk Keuntungan

Setiap orang pasti tertarik dengan hal-hal yang menguntungkan baginya. Secara umum, keuntungan dapat dikelompokkan menjadi keuntungan jangka pendek – jangka panjang, keuntungan dunia – akhirat, keuntungan saat ini – masa datang. Nah, orang-orang awam biasanya mudah tertarik pada keuntungan dunia, jangka pendek, saat ini, dan di sini. Sementara bagi pribadi yang berilmu dan bijak, ia lebih tertarik pada keuntungan yang lebih dari itu. Gunakan prinsip ini, sebaik-baiknya!

persuasi-pidato-riopurboyo

d. Mempengaruhi untuk Pemenuhan Kebutuhan

Publik lebih mudah yakin untuk berubah, ketika ia melihat-dan-merasakan perubahan sebagai kebutuhan. Karenanya, untuk menjadi pembicara yang andal, Anda mutlak memasukkan analisa kebutuhan pendengar dalam fase perencanaan sebelum tampil. Dan kemudian, merancang pendekatan persuasi yang tepat bagi konteks audien yang dihadapi.

Selamat berlatih!

Persuasi Visual

Infeksi bakteri adalah masalah serius bagi rumah sakit. Dengan ribuan orang meninggal setiap tahun, karena kuman yang berasal dari satu pasien berpindah kepada pasien lain di tangan para dokter dan perawat. Tapi, meminta para tenaga kesehatan untuk mencuci tangan mereka setelah pemeriksaan tidaklah mudah. Walaupun, semua orang tahu itu adalah tindakan yang benar.

Gampangnya, pihak rumah sakit mengalami masalah penjualan-ide yang kuno. Sama seperti, jika ada organisasi yang berusaha membujuk anggotanya untuk mulai melakukan “tindakan terbaik”, sementara kebiasaan lama sudah sedemikian melekat.

persepsi-visualDalam New York Times Magazine, tertulis “Mengapa mencuci tangan menjadi sesuatu yang sulit dijual?” Tajuk ini adalah penelitian penulis buku “Freakonomics”, yang berfokus pada cerita di RS Cedars-Sinai, Los Angeles. Di RS ini, ada beberapa alasan untuk minimnya kebiasaan cuci tangan:

  • para petugas kesehatan itu terlalu sibuk,
  • wastafelnya tidak selalu berada di tempat yang mudah terjangkau,
  • dan, yang paling mengejutkan, para dokter percaya bahwa mereka SUDAH mencuci tangan mereka.

Ada seberkas kesombongan pada alasan terakhir, itu. Setiap petugas kesehatan yakin, bahwa “orang lain”-lah yang menjadi sumber masalah bakteri ini.

Keadaan ini membawa para pengelola rumah sakit pada masalah kebijakan organisasi. “Bagaimana bisa menjual ide kepada para dokter untuk mencuci tangan tanpa menyinggung atau melawan mereka?”

Continue reading Persuasi Visual